Saturday, April 3, 2010

RANGKAIAN SENSOR INFRA MERAH | SKEMA RANGKAIAN SENSOR INFRA MERAH

Cahaya infra merah mempunyai perbedaan dengan cahaya biasa pada umumnya. Kita bisa melihat dengan jelas apabila suatu sinar atau cahaya mengenai suatu benda. Lain halnya dengan sinar infra merah kita tidak bisa melihat wujud dari sinar tersebut. Terus terang saja saya belum bisa menjawab jika ditanya mengapa sinar infra merah tidak tampak dimata kita. Jadi pada malam hari jangan harap anda bisa membuat penerangan dengan menggunakan cahaya infra merah. Satu hal yang sering kudengar dari banyak orang bahwa cahaya infra merah bisa Rata Penuhdimanfaatkan untuk fungsi sebuah kamera yang bisa melihat pada kondisi gelap yaitu yang sering disebut kamera infra merah.



Sebenarnya telah saya jelaskan dibagian prinsip kerja rangkaian elektronika dasar dalam blog ini tentang prinsip kerja dari rangkaian sensor infra merah secara sederhana. Untuk merancang rangkaian sensor ini anda seharusnya tidak merasa kesulitan jika anda pernah membuat rangkaian sensor yang lain. Hanya saja pada rangkaian sensor ini terdiri dari bagian pemancar dan penerima, untuk mempelajari prinsip dasar dari rangkaian infra merah ini anda bisa lihat di Prinsip Dasar Rangkaian Pemancar dan Penerima Infra merah. Pada rangkaian kali ini saya coba memanfaatkan keluaran dari rangkaian sensor ini sebagai pemicu rangkaian counter atau pencacah. Berikut gambar rangkaiannya :



rangkaian sensor infra merah



































Gambar rangkaian sensor infra merah | skema rangkaian sensor infra merah






Daftar Komponen :



1. Resistor : R1 (33K), R2 (1K), VR1 (Potensio 100K)

2. Kapasitor : C1 (100nF)

3. Transistor : Q2 (BC547)

4. Foto transistor : Q1

5. IC : 40106 (Schimitt trigger), 4026 (Decade counter)

6. 7-Segment



PRINSIP KERJA :



Pada rangkaian pemancar tugas kita hanya pengaturan supaya led infra merah menyala dan tidak kekurangan atau kelebihan daya, oleh karena itu gunakan resistor 680 ohm. Pada rangakaian penerima foto transistor berfungsi sebagai alat sensor yang berguna merasakan adanya perubahan intensitas cahaya infra merah. Pada saat cahaya infra merah belum mengenai foto transistor, maka foto transistor bersifat bagai saklar terbuka sehingga transistor berada pada posisi cut off (terbuka). Karena kolektor dan emitor terbuka maka sesuai dengan hukum pembagi tegangan, tegangan pada kolektor emitor sama dengan tegangan supply (berlogika tinggi). Keluaran dari kolektor ini akan membuat rangkaian counter menghitung secara tidak teratur jika kita tidak meredam bouncing keluaran tersebut ke input couinter. Untuk meredam bouncing serta memperjelas logika sinyal yang akan kita input ke rangkaian counter, kita gunakan penyulut schmitt trigger. Penyulut Schmitt trigger ini sangat berguna bagi anda yang berhubungan dengan rangkaian digital, misal penggunaan pada peredaman bouncing dari saklar-saklar mekanik pada bagian input rangkaian digital.



Rangkaian counter yang saya gunakan disini adalah menggunakan IC 4026 (Decade Counter) salah satu ic dari keluarga CMOS. IC counter ini akan mencacah apabila mendapatkan input clock berubah dari logika rendah ke tinggi. IC ini juga langsung bisa hubungkan ke seven segment karena keluarannya mmang dirancang untuk seven segment. Jadi anda tidak perlu menggunakan IC decoder sebagai pengubah nilai biner menjadi nilai 7-segment.

Untuk menmgatur kepekaan sensor anda bisa memutar potensio VR1 pada titik kritis, atau jika diperlukan anda bisa mengganti R2 dengan nilai yang lebih sesuai. Hal ini bisa saja terjadi mengingat komponen foto transistor mempunyai jenis yang berbeda-beda dan tentunya mempunyai sfesifikasi yang berbeda pula. Saya rasa cukup penjelasan dari saya, anda bisa memodifikasi rangkaian sensor infra merah di atas sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda. Untuk melihat skema rangkaian sensor lainnya anda bisa lihat di kumpulan rangkaian sensor…atau di rangkaian sensor suara , suhu, sentuh, air , gerak dan rangkaian sensor cahaya...atau download semua rangkaian yang ada di blog ini sesuka anda.





No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...