Saturday, April 10, 2010

Rangkaian Wireless Microphone Sederhana | Rangkaian Mikrofon Tanpa Kabel

Pada zaman sekarang ini semua orang menginginkan berbagai kemudahan dalam setiap urusan baik itu urusan pekerjaan, urusan rumah tangga ataupun urusan-urusan yang lain. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa setiap produsen barang dan jasa tidak henti-hentinya meningkatkan kualitas barang dan jasa yang akan mereka tawarkan. Dan yang lagi panas-panasnya yaitu persaingan dalam bidang komunikasi. Coba bayangkan dulu untuk saling berkomunikasi antar kota butuh beberapa hari dan bisa bertatap muka mungkin satu tahun sekali. Atau pada masa-masa saya duduk di bangku SMA tahun 99-an kebanyakan media komunikasi yang digunakan adalah telepon kabel. Dan sekarang setiap orang baik dari umur 7 th sd 70 th sudah bisa berkomunikasi dengan cepat dimanapun mereka berada dengan menggunakan piranti wireless telepon atau yang lebih dikenal dengan sebutan Handphone.



Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sekilas tentang microphone tanpa kabel. Pada dasarnya prinsip kerja dari rangkaian peralatan wireless adalah sama khususnya peralatan wireless yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau gelombang radio sebagai media penghubung. Untuk rangkaian pemancar radio sederhana bisa kita kelompokkan menjadi beberapa bagian. Yang pertama adalah sinyal input atau sinyal informasi yang akan dikirim biasanya mempunyai range frekuensi yang rendah. Kemudian bagian pembangkit gelombang frekuensi tinggi atau osilator yang akan dijadikan sebagai sinyal carrier atau pembawa. Seterusnya bagian pencampur atau mixer yang berfungsi untuk menggabungkan antara sinyal informasi dengan sinyal pembawa yang hasilnya sinyal teyal rsebut menjadi sinyal yang sudah dimodulasi. Metode modulasi ada dua yaitu AM (Amplitudo Modulasi) dan FM (Frekuensi Modulasi). Pada AM sinyal yang dihasilkan adalah sinyal dengan frekuensi seperti sinyal pembawa tetapi amplitudonya mengikuti sininformasi. Sedangkan pada FM, frekuensi dari sinyal mengikuti frekuensi sinyal pembawa yang berubah-ubah sesuai dengan amplitudo sinyal informasi. Yang terakhir adalah bagian penala.



rangkaian wireless mikrofon























Gambar skema rangkaian wireless microphone | Gambar rangkaian mikrofon tanpa kabel



Daftar Komponen



1. Resistor : R1 (270 ohm), R2 (4,7 Kohm), R3 (10 Kohm), R4 (100 Kohm), R5 (4,7 Kohm dan R6 (4,7 Kohm)

2. Kapasitor : C1 (0,001 µF), C2 (5,6 pF), C3 (10 µF), C4 (10 µF) dan C5 (3-18 pF)

3. Transistor : Q1 (2N2222) dan Q2 (2N3904)

4. Induktor : L1 (2 lilitan kawat email 1 mm inti udara diameter 10 mm) dan L2 (5 lilitan kawat email 1 mm inti udara diameter 10 mm)

5. Mikrofon

6. Antena



Mari kita perhatikan gambar di atas, suara yang diterima oleh microfon akan diubah oleh mikrofon menjadi sinyal informasi yang berbentuk sinusoidal. Sinyal ac ini kemudian diloloskan oleh C4 menuju basis Q2 untuk diperkuat. Nilai penguatan bergantung pada nilai R4 dan R5. Sinyal yang sudah diperkuat tersebut kemudian diloloskan menuju Q1 untuk kemudian dicampur dengan sinyal frekuensi tinggi. Transistor Q1 berfungsi untuk membangkitkan frekuensi tinggi sekaligus pencampur antara sinyal dari Q2 dengan sinyal frekuensi tinggi yang dihasilkannya sesuai dengan nilai dari C2, C5 dan L2. Kemudian sinyal yang sudah dimodulasi tersebut kemudian dipancarkan oleh antenna.



Lihat juga rangkaian penerima radio sederhana dengan satu transistor atau lihat juga rahasia dasar rangkaian pemancar dan penerima radio. Untuk download rangkaian wireless microfon ini anda tinggal copy halaman ini.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...